By. Runie
Aku terlalu sibuk dengan aktifitasku, hingga aku tak tau apa apa.
Dan ini menjadi lebih parah setelah aku mulai belajar puasa tuk menjelajahi dunia maya.
Aku tersentak ketika mendengar berita duka dari kelapa dua, tak terasa air mata mengalir deras tanpa adanya satu komando..
Sungguh air mata semakin deras ketika kudengan berita kebiadapan itu.
Aku tak mampu berkata kata, pikiranku jauh menerawang, tak jelas arah.
Berjuta tanya mengapa ada di dada ini, sepenggal jawab tak kudapatkan.
Aku terdiam, lunglai dalam cemas.
Aku menunggu kata duka yang menyejukkan dari mereka yang menganggap dirinya pejuang kebenaran
Tapi entahlah, aku juga tak dapatkan.
Aku bertanya pada diri sendiri, mengapa begitu bencinya mreka pada yang berbaju coklat
Kalau mereka membeci si baju coklat karena keyakinannya dan karena Tuhannya
Apa mereka lupa sekian banyak si baju coklat berkeyakinan dan menyembah Tuhan yang sama dengannya?
Entaaaahlaaah...... sungguh aku tak tau apa mereka mempunyai Tuhan?
Kalau mreka berani menghabisi ciptaan Tuhannya...
Lalu berdukakah mereka, atau tak punya rasakah mereka? Entahlaaaah...
Belum usai rasa duka ini, kini kudapat lagi berita Surabaya berduka
Sungguh .... Dukaku semakin dalam, pikiranku semakin galau
Kata apa lagi yang harus kupertanyakan?
Aku terlalu sedih, aku begitu mencintai Negeri ini
Aku tak mau dengan penghancuran ini
Tuhan kalau boleh aku meminta,
Jadikan Negeri ini yang terbaik
Tumbuhkan dan suburkan rasa cinta kami
hingga mencintai Negri ini sampai mati
Dan... Tuhan, kalau boleh aku meminta lagi
Tuntunlah dan tunjukkan lah jalan keluar yg jauh kesana
Bagi mereka yang tidak mencintai Negeri ini
Sehingga tidak membuat Onar di negri yang indah ini
Yang akan Ciptakan Duka pada kami yang punya Rasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar