Minggu, 09 April 2017

TIP MENGHANGATKAN IKAN BAKAR

                                                     
        
Ikan adalah  Makanan Yg Banyak mengandung Protein, Bermacam macam cara mengolah ikan dari cara  yg sederhana sampai  yg  rumit. Ada yang diolah dengan cara digoreng, dibakar, dipepes, diwoku, bahkan ikanpun bisa diolah menjadi rendang.
Ikan bakar merupakan  menu terpopuler yang sering di sajikan pada acara2 tertentu, seperti acara camping, pertemuan keluarga, acara tahun baru dan acara kumpul2 anak muda sering memakai menu ikan bakar… dan tentunya  ini khusus untuk penggemar ikan.

Ikan bakar ini mempunyai sensasi tersendiri, dengan membakar ikan kita bisa menghirup aroma yang lezat sambil bercakap dan bersendau gurau, kegiatan inipun bisa dilakukan di area terbuka di taman, di pantai atau dimana saja. Kelezatan ikan bakar ini sangat menggugah selera dan akan menggugurkan program diet  karena siapapun   tak akan tahan  dengan aromanya yg sensasional,

Ikan bakar akan terasa lebih sempurna bila dihidangkan  bersama  sambal special produk dari Laricakoe, dan tak akan sanggup orang utk menolaknya. Tetapi kadang para penggemar ikan bakarini  akan mempunyai masalah apabila harus memakannya dihari esok atau setelah ikan bakar disimpan didalam kulkas. Hari ini saya akan berbagi Tip untuk menghangatkan ikan bakar supaya aroma dan rasa ikan bakarnya masih terjaga.

-      Langkah pertama, Apabila ikan bakar disimpan didalam kulkas, keluarkan dan diamkan sekitar 15 atau 20 menit, lalu bungkus ikan dengan daun pisang.
-      Langkah kedua, Panaskan penggorengan tanpa minyak, karena dengan minyak rasa ikan bakar akan berubah seperti rasa ikan goreng.
-      Langkah ketiga, Baliklah ikan sesering mungkin supaya tidak hangus dan panas merata, dan jangan lupa untuk api dinyalakan sedang supaya ikan benar benar bisa hangat atau panas sampai ked aging bagian dalam.
-      Langkah terakhir, Siapkan piring saji dan hias dengan  daun selada untuk mempercantik ikan bakarnya. Dan siapkan sambal sebagai pelengkan wajibnya.
Demikian tip kali ini, semoga berguna dan salam kenal buat penggemar kuliner. 




*ditulis oleh : Runie Muchtar
                     Berdasar pengalaman pribadi

Jumat, 17 Maret 2017

**SEUNTAI CELOTEH BUAT SI TUKANG GALAU**


Galau,,,
Berjuta macam penyebabnya
Ada yang hadir dari dalam dan luar diri kita sendiri
Galau... 
Sebenarnya bagian dari seni
Karena dalam kegalauan tercipta sebuah kreasi
Jadi......
Nikmati Kegalauan dengan sepenuh hati
Dan jadikan sebuah inspirasi
Buat yang Galau karena ditinggal sahabat
Tak perlulah bersedih hati
Taukah Kau....
Hidup ini adalah bagai sandiwara
Ada peran yang penuh pura pura
Dan kau bisa juga menjadi bagiannya
Dan Taukah kau...
Kalau dia meninggalkanmu
Hal ini adalah bagian dari sandiwara itu
Engkau punya pilihan menangis atau Tertawa sesukamu
Ketika Sahabat meninggalkanmu
Egomu akan berbicara lantang tuk membenarkanmu
Hingga lupa tuk bertanya pada diri apa kesalahanmu
Ketika Sahabat meninggalkanmu
Tak perlu kau menangis apalagi tertawa
Tapi...
Tersenyumlah ...
Sadarlah kau bahwa ini adalah bagian dari seleksi alam
Tengok dirimu sendiri,
Jika Kau baik..... yang buruk akan meninggal kan mu
Jikau kau buruk... yang baik akan meninggalkanmu
Dan ini adalah waktu yang tepat tuk evaluasi diri
Baik atau Burukkah kita ini???
Kita punya hak prerogatif tuk tentukan pilihan
Mau jadi Baik atau Burukkah kita...
Jadi.. Usir Si Galau dari benak kita semua...
*LaRunie*

Rabu, 15 Februari 2017

BODOHKAH AKU KETIKA KURASA BAHAGIA?

BODOH KAH AKU KETIKA KU RASAKAN BAHAGIA

Aku tersenyum bangga ketika orang mencaciku, "Kau itu bodoh, dapat keuntungan apa dari semua ini, Kamu capek! kamu tidak menghargai diri kamu sendiri,"  dan masih banyak lagi cacian itu. Aku menghela nafas dalam dalam, tak terasa air mataku menetes jatuh di pipi tirusku. Orang akan mengira aku menangis karena derita dan kesedihanku. Tapi sungguh, perasaan  aku tidaklah seperti yang terlihat oleh mereka, hanya mereka yang mempunyai perasaan yang sama yang bisa menembus relung bathinku hingga bisa memahami dan menilai perasaanku. Taukah mereka Tangis ini sungguh adalah Tangis bahagia.
         Tapi cacian itu sempat mengusik bathinku, aku bertanya pada diriku sendiri. "Salahkan aku melakukan semua ini, bukankah kita hidup tak melulu mencari money?". Aku teringat kesalahanku di minggu lalu, yang sempat membuat otakku kacau tak menentu. Karena berlomba mengejar Rupiah sampai sampai aku membuat sebuah kesalahan yang tak bisa termaafkan olehku. Minggu lalu aku mendapatkan Rupiah yang fantastik menurutku dalam hitungan  enam belas jam kerja, tapi itu tidak membuatku bahagia. Dan di minggu ini aku tidak mendapat Rupiah sama sekali bahkan malah berkurang isi dompetku tapi bathin ini sangat bahagia.  Sungguh sesuatu yang kontra terjadi  dari kejadian ini.
          Aku terdiam, pandanganku menerawang jauh melintas jendela kaca yang mulai berdebu di ruang kerjaku. Sore ini langit dipenuhi awan kelabu,  suara burung yang saling bersautan membuat suasana sedikit ceria. Aku tersenyum dan masih memikirkan pertanyaan itu “ “Bodohkah aku ?”. Dan dimanakah letak bodohnya aku? Disaat aku tidak bahagia ketika kudapat rupiah itu? Atau disaat aku bahagia ketika ku tak dapat rupiah itu?
          Tiba tiba aku teringat ketika ku lunglai lemah tak berdaya karena penyesalan dan rasa bersalahku, segalon vitamin semangat  yang disuntikkan padaku oleh seseorang yang kuanggap sebagai guru dan sahabatku. Kalimat yg dikatakannya itu masih teringat olehku, “rasa bersalah itu sudah suatu hidayah dan kebaikan, dan semua kejadian pasti ada hikmahnya.” Perlu waktu aku mencerna  kalimat itu, aku tersenyum kecil aku teringat kalimat nakal penuh canda yang sering diucapkannya “No tester Berarti Hoax,” yah… hampir samalah jika kuucapkan responku tentang kalimat penyemangat yang disuntikkannya padaku. Tak terasa mataku terpejam, angin sepoi sepoi menerobos jendela ruang kerjaku hingga membuatku terlelap disofa bututku.
            Suara nyaring penjaja siomay, mengganggu lelapku aku terbangun dengan penuh bahagia. Sungguh aku tak tau apa yang membuatku bahagia. Aku membaca pesan pendek yang di kirimkan oleh seorang sahabat yang sebenarnya sudah berjarak karena suatu perbedaan pemikiran. Dia katakan semua sangat bahagia menikmati  apa yang aku telah kerjakan, aku mengulum senyumku tapi tak mau berbangga. Aku teringat lagi kalimat darinya itu, “Semua kejadian pasti ada hikmahnya.”… Yah… betul ini bukan Hoax tapi adalah nyata adanya. Kalau tidak kudapatkan Rupiah di minggu lalu pasti aku tak dapat lakukan kebaikan di minggu ini. Dan kini aku jadi lebih  bahagia walau aku  harus tetap mencari jawaban yang akan menyenangkan dia dari sebuah tanya “bodohkah aku?” karena  kacamata kita beda “kabahagiaanku”  terlihat olehmu adalah sebuah “kebodohanku.”

******